f
Tampilkan postingan dengan label My Journey. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Journey. Tampilkan semua postingan




Syaiful Akbar
Pemuda berusia 25 tahun yang bekerja sebagai Petugas Kebersihan memiliki cita-cita mulia yang terpendam sejak kecil. Tak kenal libur,tak kenal lelah,meskipun berderet asa yang tak tercapai.
        
     Apa kira-kira yang terlintas dibenak orang-orang jika mereka memperhatikan seorang pemuda muda, berperawakan kurus, tinggi, dan berpenampilan lusuh akibat pekerjaannya yang sebagai petugas kebersihan di Stadion Letjen H. Soedirman, Bojonegoro? Pastilah sebagian orang hanya memandang sebelah mata dan bahkan mungkin tidak menggubrisnya sama sekali. Mungkin mereka akan mengira tidak ada yang bisa digali, tidak ada yang bisa dibanggakan dari seorang pemuda tersebut.
         Namun, dibalik penampilannya yang lusuh dan apa adanya, tersimpan  semangat yang membara untuk bisa membahagiakan keluarganya dirumah. Salah satunya,ialah adik perempuannya. Ya, pemuda kurus  ini bernama Syaiful Akbar, berusia 25 tahun dan berasal dari ds. Pacul, Bojonegoro. Memang tidak ada yang tampak istimewa dari pemuda ini kecuali sapanya yang ramah dan murah senyum terhadap orang lain.
          Syaiful Akbar bekerja sebagai petugas kebersihan selama 4 tahun dan selama itu pula dia membantu orang tuanya untuk biaya kuliah adik perempuannya. Baginya, tak masalah jika dia hanya menjadi  tukang bersih-bersih yang berpendidikan rendah asal adik perempuannya bisa memiliki masa depan yang lebih menjanjikan.
          Sebelum bekerja sebagai petugas kebersihan, Syaiful Akbar sempat bekerja sebagai kernet Bus Dali Mas selama 1 bulan. Karena tidak kerasan, akhirnya dia keluar dan ditawari bekerja sebagai petugas kebersihan oleh seorang tetangganya yang bekerja di kantor Dinas Pekerjaan Umum. Dan sejak itulah, ia mulai bekerja sebagai petugas kebersihan sampai saat ini.
          Pemuda sederhana ini bekerja dengan pola shift atau bergantian. Dia bekerja dari pukul 07.30-11.00 WIB. Terkadang, tidak ada libur baginya jika akan diadakan suatu acara besar seperti pertandingan sepak bola dan semacamnya. Syaiful bersama 6 orang rekannya bekerja dengan kesungguhan meskipun tentu saja sering mengeluh ketika beban pekerjaan semakin berat ketika ada pertandingan sepak bola. Sampah dimana-mana, berserakan di semua penjuru stadion. Belum lagi rumput-rumput dan tanaman lain yang ikut layu bahkan rusak terkena injakan kaki para supporter yang seenaknya saja. Kesadaran akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya masih rendah, dan tentu saja hal itu menambah beban kerja para petugas kebersihan, khususnya Syaiful Akbar.
          Dengan sedikit kesal dan nada tinggi,cenderung protes, syaiful Akbar mengutarakan rasa kecewanya terhadap masyarakat yang masih enggan untuk membuang sampah pada tempatnya,” Harusnya langsung ada sanksi untuk para pembuang sampah yang seenaknya itu,Khusunya disini, sebaiknya para satpam yang memberikan sanksi jika ada orang yang membuang sampah sembarangan disekitar stadion.” Ucapnya sambil memotong rumput liar disekitar pepohonan di halaman luar stadion. Pekerjaan yang biasa dilakukannya setiap hari ialah memotong rumput, menyapu, membersihkan halaman dan juga menyiram tanaman. Pekerjaan yang tidak membuat Syaiful mengeluh meskipun dalam hati kecilnya ia masih menginginkan pekerjaan yang jauh lebih layak dengan gaji yang lumayan besar. Paling tidak lebih besar dari upahnya sebagai tukang bersih-bersih.
          Saat Syaiful kecil, ia sempat bercita-cita sebagai pemadam kebakaran. Suatu cita-cita yang mulia untuk membantu banyak orang diluar sana. Namun, angan yang selalu jadi angan itu belum mampu tercapai hingga kini. Meskipun hanya menjadi petugas kebersihan, Syaiful bekerja secara sungguh-sungguh dan mensyukuri rezeki yang di berikan Tuhan. Tidak masalah jika saat ini dia hanya petugas kebersihan yang dianggap bukan siapa-siapa oleh kebanyakan orang. Namun justru karena pekerjaannya inilah banyak orang yang terbantu dalam masalah sampah. Syaiful adalah pahlawan kebersihan penuh dedikasi yang tetap bekerja penuh syukur meskipun peluh dan keluh selalu saja menghampiri hari-harinya.

     Ketika ditanya seputar hari Valentine yang akan tiba sebentar lagi, Syaiful hanya tersenyum malu-malu,” Saya tidak punya pacar, hehe. Valentine hanya membantu orang tua dirumah, tidak kemana-mana.” Meskipun tidak ada yang istimewa di hari yang tren dikalangan pemuda seusia Syaiful, ia tetap tampak bergembira melewatkan hari valentine bersama keluaraga dirumah.
Clayapan Adventure Trail
Naik turun gunung, menyeberangi sungai dan melewati medan yang berat adalah hal yang biasa untuk para petualang trail. Hobi yang beresiko ini justru memacu semangat para petualang trail untuk dapat segera menaklukan medan yang berat.
           

          Cuaca yang redup dan berawan tidak membuat sekelompok orang yang berkumpul didepan stadion Letjen H. Soedirman ini untuk patah semangat memacu gas motor trail mereka menuju tempat yang dituju.Bahkan rintik gerimis yang mulai berjatuhan pun tidak dapat menurunkan semangat mereka untuk melakukan olahraga yang diyakini oleh sebagian besar kalangan sebagai olahraga yang ekstrim ini.
          Sekelompok pemuda bahkan bapak-bapak paruh baya yang sedang berkumpul tersebut ialah anggota “CAT” begitu mereka menamakan diri mereka. Yang artinya Clayapan Adventure Trail. Sekelompok orang yang berasal dari ds. Campurejo ini akan mengadakan agenda mingguan mereka untuk berolahraga trail ke sebuah kawasan hutan Perataan, Parengan, Tuban.
          Lengkap dengan helm dan kaos khas pembalap motor cross itu, mereka rutin mengadakan agenda mingguan yang dilaksanakan oleh komunitas CAT. Komunitas yang beranggotakan dari berbagai profesi di Bojonegoro ini terbuka untuk masyarakat umum. Dari mulai polisi, guru, buruh tani,pemilik bengkel bahkan mahasiswa.” Yang penting, mereka bisa naik motor dan punya SIM. Serta memiliki jiwa petualang yang tidak pantang menyerah menghadapi medan yang berat,heheh” ujar Pak Agus, salah satu anggota CAT yang berprofesi sebagai guru di SMPN 2 Kedungadem.
          Sabtu,tanggal 13 Februari ini, mereka akan ke Hutan Perataan,Parengan untuk menaklukan medan yang lumayan berat. Namun, menurut pengalaman mereka, kawasan Perataan bukan apa-apa di bandingkan dengan pengalaman mereka beberapa minggu lalu di Pacet, Mojokerto.”Jatuh berkali-kali adalah hal yang biasa bagi kami. Malah kami ingin mencoba lagi sampai berhasil melalui medan tersebut.” Kata Pak Heri, salah satu anggota CAT sambil mengelus-elus motor trailnya dengan bangga.
           Meskipun merupakan salah satu jenis olahraga yang beresiko tinggi dan berbahaya,namun trail terbukti banyak diminati dari berbagai kalangan. Baik tua,dewasa bahkan anak muda. Terbukti dengan anggota salah satu komunitas trail di Bojonegoro bernama CAT ini yang sudah beranggotakan puluhan orang dengan berbagai profesi. Menurut mereka, dapat menyalurkan hobi dengan sekumpulan orang yang memiliki kegemaran dan visi yang sama merupakan keseruan dan kepuasan tersendiri.
          Meskipun sering melakukan agenda mingguan di berbagai medan yang menantang, safety atau keamanan tetap nomor satu. Para anggota CAT harus siap dengan segala keperluan dan keamanan seperti helm dan berbagai alat lainnya sebelum siap melakukan perjalanan. Ternyata, meskipun trail dipandang berbahaya oleh sebagian orang, trail juga merupakan olahraga yang menyenangkan dan menguras adrenalin asal dilakukan dengan keamanan yang memadai.(13/02/16)
   
Nursing is Caring
  Ada banyak sekali momen didalam hidup saya yang sangat sayang jika dianggap biasa-biasa saja. Salah satunya ialah mengenai kehidupan saya sehari-hari. Banyak pelajaran hidup yang saya ambil dari pengalaman hidup saya yang tampak sepele. Satu dari sekian banyak hal sepele tersebut salah satunya merupakan teman-teman saya. Saya tidak akan pernah jenuh berbicara mengenai topik satu ini. Sebab percaya atau tidak, teman selalu hadir dalam setiap kehidupan manusia. Baik ketika masih anak-anak, remaja, dewasa, bahkan lansia. Kita selalu memiliki teman. Tidak ada istilah teman lama atau teman baru. Yang ada ialah teman yang baru kita kenal dalam tahap-tahap usia kita. Mungkin saat SD teman kita si A, saat SMP teman kita si B dan seterusnya. Intinya,kita akan bertemu orang-orang baru yang akan menjadi teman kita lagi. Bukan malah menggantikan posisi teman kita yang lebih lama kita kenal. Well, saya memiliki teman-teman yang berasal dari berbagai daerah. Orang-orang baru yang saya temui ditempat yang baru. Orang-orang ini menempuh pendidikan di satu atap kampus yang sama denganku, yaitu kampus kesehatan Stikes Icsada Bojonegoro.
    Mereka datang dari berbagai daerah dan kebudayaan yang berbeda. Dengan alasan yang berbeda-beda juga. Ada yang karena arahan orang tua, pilihan kampus terakhir,ataupun keinginan mereka sendiri. Awalnya saya yakin, mereka tidak memiliki tujuan dan cita-cita yang sama. Dengan berbagai karakter dan latar belakang yang berbeda,merekapun menunjukkan berbagai sikap dan perilaku yang berbeda. Namun segala perbedaan itu merupakan suatu jalan bagi kita untuk saling melengkapi dan menghargai. Tidak ada yang salah dengan perbedaan. Dengan perbedaan,kita mampu untuk bersatu.
    Selanjutnya, saya ingin menceritakan karakter teman-teman saya. Khususnya yang satu kelas di prodi S1 keperawatan ini. Kelas kami terdiri dari 34 mahasiswa. Saat ini tersisa 31 karena beberapa diantaranya memutuskan untuk keluar dengan berbagai alasan.Kelas kami terkenal paling heboh dan sulit diatur. Sering bercanda dan gampang mengeluh karena tugas. Kami rasa, kami tidak terlalu menonjol dalam bidang akademik. Namun semangat dan kekompakan kami selalu memuncak. Saya memang tidak mungkin mengenal satu per satu teman saya secara detail. Namun paling tidak saya memahami bagaimana sifat dan kebiasaan mereka saat dikelas. Jujur saja, meskipun berisik, mereka ternyata bisa membuat saya merasa rindu jika lama tidak bercanda dengan mereka. (Ssst, hal ini bisa membuat mereka GR,hehee)
    Sejak dulu, ada berbagai macam murid yang mudah diingat para teman maupun dosen. Mereka bisa saja yang paling pintar, cerewet, bodoh, bandel, pendiam serta usil/jail. Setiap orang memang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dikelas kami,terdapat seorang gadis berkacamata yang berpenampilan supel dan energik. Namanya Adhe Aniza. Pembawaannya santai,dan berwawasan luas. Selalu berhasil menjadi nomor 1 untuk segala mata kuliah. Siswa akselerasi alumni MAN 1 Bojonegoro. Tinggal dan bahagia sebagai anak tunggal di desa Trucuk. Mungkin saya bisa mengajak kalian main kesana sama-sama suatu saat. Well, kelas kami beruntung memiliki gadis secerdas Adhe.
    Setelah itu mari kita sapa ketua kelas yang paling enjoy dalam segala situasi, Pambudi Wibowo. Mendengar namanya, mungkin akan terbayang laki-laki tegas
dan penuh tanggung jawab. Iya, memang ada benarnya juga. Pambudi sosok yang bisa tampil humoris namun juga bertanggung jawab ketika menghadapi masalah kelas.Terkenal dengan bakat MC nya yang kocak serta pintar berakting. Paling takut dengan pacar barunya dikelas sebelah. Pambudi berasal dari Kalitidu dan menjadi maskot kelas. Selalu bisa mencairkan suasana kelas yang tegang ketika ada dosen galak yang masuk. Dan tidak lengkap rasanya jika ketua kelas tidak didampingi wakilnya, Ini dia wakil ketua kelas kami, Agus Sholeh. Semoga sesoleh namanya, hehee. Pemuda hitam manis (sedikiiit tapi) ini memiliki lesung pipit di pipinya, berasal dari desa Rengel dan merupakan mahasiswa tertua dikelas kami. Selalu jadi tempat curhat dan bapak tetua yang paling getol memberi nasihat teman-temannya. Mengarahkan dan membimbing perilaku teman teman kami yang kadang masih kekanakan. Suka berorganisasi dan mau ikut andil dalam tugas yang diberikan. Perawakannya tinggi besar, hobi jogging tiap pagi dan merasa bangga bisa menurunkan berat badan 1 kg padahal sehari setelahnya naik lagi. Selalu memilih tempat duduk didekat kipas angin.
    Lanjut menghampiri deretan bangku belakang ada ibu bendahara kita, Ulul Azmi. Wanita putih,anggun dan pendiam dikelas. Tersenyum malu-malu saat praktek Public Speaking. Sedikit berbicara namun langsung berteriak ketika menagih uang kas. Berasal dari Kedaton Kapas, rasanya dia adalah wanita idaman semua pria karena sifat kalem dan penurutnya tersebut. Disampingnya, ada seorang gadis mungil manis dari Singgahan,Aizatul Khusnia. Bergigi gingsul dan lumayan cerewet. Sering telat masuk kelas meskipun sebenarnya dia kos tepat didepan kampus.Sempat mondok dulu dan memiliki suara yang merdu ketika bernyanyi. Rahasia kecil darinya, kamar kosnya selalu berantakan.
    Disamping mereka, ada Dewi Amelia, ya mereka memang selalu duduk berdampingan seperti itu, takut terpisah mungkin. Well, Dewi ini juga berasal dari Rengel, kesan pertama darinya ia merupakan sosok perempuan tangguh, dia juga bekerja part time disela-sela kesibukan kuliah.Tipe pekerja keras dan tegas dalam segala hal. Pandai dalam bahasa Inggris dan mampu mengutarakan pendapat-pendapatnya tentang suatu hal. Termasuk yang paling aktif dikelas. Dia dijuluki emak-emak dikelas kami,hehee. Selanjutnya satu cewek tinggi berasal dari Kalitid,.artisnya kampus, Rima Syakila. Cewek fashionable dan exis ini memiliki bakat modeling. Sempat menjuarai berbagai kompetisi seperti Yune Bojonegoro dan Duta Lantas. Hobi makan pedas dan selalu pesan dua gelas es teh. Paling suka diajak selfie dan liburan. Meskipun terkesan jutek, dia anak yang baik dan royal serta tidak memilih-milih teman. Tidak peduli dia anak orang kaya atau apapun. Sebenarnya dia anak yang manja, namun dia juga bisa belajar menjadi lebih rajin dan berguna untuk orang lain.
    Mari mengarah ke daerah Tuban lagi, dijuluki sebagai kiayi kelas dan dipanggil abah, namanya Nasirudin. Anak yang cuek namun bersahabat.Sering meramaikan acara kampus khususnya yang bernuansa islami. Ya, dia sering tergabung dalam tim hadrah. Meskipun terlihat tidak bersemangat dalam kuliah sehari-hari, Nasirudin notabene termasuk mahasiswa yang sering memeperoleh nilai yang bagus. Tidak banyak laki-laki dikelas kami. Setelah itu ada cowok tambun dari Sembung bernama Fitra. Humoris,konyol dan selalu telat. Fitra memiliki hewan peliharaan Burung dirumahnya. Fitra sering sekali ngantuk saat kuliah berlangsung. Jika sudah seperti itu, dosen akan menyuruhnya cuci muka,hehee.
    Dari lamongan ,ada Bagus Yuniar. Salah satu cowok paling pendiam dan aneh dikelas, Aneh dalam arti dia sulit dihubungi ketika ada kepentingan. Cerdas dibidang IT dan Komputer. Sebenarnya namanya sangat panjang, saya saja tidak hafal dengan namanya. Semoga dia betah di Bojonegoro. Selain Bagus, cowok pendiam lagi dikelas ialah Ahmad Afif dari Kalitidu. Dia kesulitan mengucap huruf R. Meskipun kurang aktif, dia mau melakukan apapun jika terdapat tugas kelompok. Tetap semangat deh.
    Dari Kalitidu, kita menuju Cepu, ada dua gadis dikelas yang berasal dari kota ini. Dua-duanya kos. Pertama cewek berkacamata silinder bernama Inggrid, pintar dan hobi mendesain power point ketika presentasi. Nilai bahasa Indonesianya selalu melampaui yang lain. Ramah dan tidak banyak komentar. Banyak bekerja tidak banyak berbicara. Kedua, ada Oky Faizul Muna. Perawakannnya agak bulat dan memiliki pipi yang chuby. Dijuluki speaker masjid sebab suaranya yang keras dan menggelegar. Selalu memiliki lelucon yang membuat kami semua terpingkal.Oky anak yang apa adanya dan tidak munafik. Kelihatannya,dia mampu tersenyum dalam keadaan apapun,Kami sering menggodanya mengenai pacarnya yang sekarang berada di Kalimantan, hehee.
    Langsung kearah Gayam, pusat minyak. Ada Linda Nur Wati cewek langsing yang medok sekali logat berbicaranya. Menangis saat ditilang,dan sering makan nasi penyet ketika dikos. Linda anak yang ceria dan bersemangat jika berbicara didepan kelas. Asyik saat diajak ngobrol. Paling sibuk mencari cahaya dan angle foto yang bagus ketika selfie didepan jendela kelas. Setelah linda mari kita sapa cewek cantik mirip Prilli Latuconsina bernama Resa Rosita. Berasal dari Ds.Ringin Rejo, tempat wisata kebun blimbing yang terkenal. Perawakannya mungil putih bersih,pemalu dan tidak banyak bicara. Hanya sering tersenyum ketika disapa. Hobi sekali berenang...
    Selanjutnya ada lagi cewek mungil,putih,bersih dari Temayang. Namanya Desyta, awalnya malu-malu ketika berbicara didepan kelas, tapi sekarang, dia salah satu pembicara yang mampu menceritakan apa saja dikelas. Ceria dan menyukai hewan kucing. Bahkan pacarnya lebih sering membelikan makanan kucing daripada hadiah untuknya sendiri,hehee. Selalu membawa cermin besar dikelas,yang mayoritas menjadi cermin resmi yang dipinjam setiap anak untuk memebenarkan posisi jilbab.
    Berikutnya saya kenalkan kalian pada pemeran pohon besar ketika acara teater kampus kami. Asih, tapi lebih sering dipanggil Yani. Yani anak yang ramah dan banyak senyum,selalu mampu menciptakan lelucon juga, salah satu peramai dikelas.Dipanggil pohon sebab badannya yang gemuk menyerupai badan pohon beringin. Lalu, kita beranjak ke daerah Wonocolo ada Lystia Ningsih. Dia juga gadis yang ramah dan selalu tersenyum ketika berbicara dikelas sambil memainkan tangannya disaku. Dia juga termasuk anak yang fashionable dan berpenampilan keren. Biasanya dia selalu bersama dengan Yuni, berasal dari Parengan dan merupakan anak yang cerewet dikelas namun tidak banyak memiliki kosa kata ketika public speaking. Yuni anak yang ceria dan apa adanya, salah satu PJMK mata kuliah yang paling ribet kordinasinya.
    Nah, 2 anak diatas juga biasanya satu geng dengan cewek dari Dander ini, namanya Mariana Yulianti. Wanita pandai yang juga memiliki nilai tinggi disetiap mata kuliahnya. Memiliki mata yang indah dan perawakan yang langsing tinggi. Dia juga tidak banyak bicara namun nilai akademiknya selalu melambung. Ada lagi dua sahabat yang kemana-mana selalu bersama, mereka adalah Eka dan Tamy. Mereka berasal dari Balen dan Sumberejo. Makan bareng, belajar bareng,nongkrong bareng, duduk bareng, mungkin mereka juga mandi bareng,wkwkwk. Tamy memiliki hidung yang sangat mancung,membuatku iri,hehee. Eka adalah skeretaris kelas yang sering lupa menyimpan spidol dan penghapus, geli jika ingat hal itu, dia termasuk orang yang pelupa.
   Ada 4 sahabat yang sering ngumpul bareng juga, mereka adalah Ninik, Nikmah, Pina dan Nihayatur. Ninik dan Nikmah memiliki kesamaan selain dari nama mereka. Mereka sama-sama berasal dari Rengel dan memiliki tubuh yang mungil, Ninik termasuk aktif dikelas, sering bertanya masalah keseharian pada dosen. Pina berasal dari Singgahan, kental logat bahasa Indonesia ketika berbicara, selalu panik dan bingung ingin membahas topik apa ketika berbicara didepan kelas. Sedangkan Niha, berasal dari ds. Talun, cewek pendiam dan pintar mengaji. Selalu aktif bekerja sama saat tugas kelompok.
    Ada satu lagi anak dari Kalitidu bernama Desinta, perawakannya juga mungil. Anak yang termasuk aktif dan sekarang jadi hobi membaca. Selanjutnya ada Fita Indayani, terkesan cuek tapi sebenarnya baik hati.Berasal dari ds. Sukosewu. Selalu datang ontime dan menjadi teladan karena kedisiplinannya, anak-anak sampai takut dimarahi ketika melihat hasil tugasnya,berniat menyontek,hehee. Berikutnya ada Novi dari Sugih Waras, pintar menyanyi dan mendalami peran ketika didaulat menjadi seorang Nenek saat teater kampus. Memiliki gigi gingsul dan menambah menarik penampilannya.
   Terakhir mari kita kembali ke daerah Tuban. Tepatnya di kecamatan Parengan, ada Nina Maula. Tipe cewek yang langsung ceplas-ceplos ketika menyinggung penampilan maupun perilaku orang lain. Sebenarnya dia anak yang aktif, tapi akhir-akhir ini dia jarang masuk kuliah. Sebagian teman yang lain sempat mengunjungi rumahnya,namun sampai sekarang dia masih belum masuk kuliah.
    Kita masuk bersama-sama menempuh pendidikan  S 1 Keperawatan selama 4 tahun kedepan. Selama 4 tahun kedepan pula saya akan terus bertemu dan becanda bersama mereka. Berjuang bersama dan tentunya berisik bersama. Sebenarnya ada banyak sekali yang ingin saya katakan pada mereka. Bahwa mereka juga keluarga bagi saya. Saya ingin meminta maaf jika mungkin sebagian bahkan semua terkadang tidak menyukai sifat dan perilaku saya. Mungkin saya pernah sombong, pelit,bahkan sering mengejek orang lain tanpa
saya sadari. Setiap orang memiliki kesalahan yang mungkin menyinggung hati orang lain. Namun bagi saya, seberisik apapun mereka, mereka akan menjadi kenangan yang tidak mungkin tidak saya ceritakan pada keluarga saya dirumah kelak. Bahwa semasa kuliah, saya memiliki teman-teman yang luar biasa. Saya memiliki sahabat yang mampu memberi semangat dan motivasi agar terus berangkat kuliah. Sesulit dan seberat apapun rasa malas yang menghantui.
    Saya tidak sabar menceritakan dan berbagi pengalaman bersama mereka ketika kami semua lulus nanti, berapa putra dan putri mereka, apa profesi mereka sekarang, apa bisnis mereka? siapa istri dan suami mereka? akan sangat menarik membayangkan semua itu. Saya yakin mereka semua akan menjadi orang yang hebat. Orang yang bermanfaat bagi orang lain, kita harus keluar bersama-sama dan memilih jalan hidup masing-masing. Kedengarannya masih 4-5 tahun lagi,namun sebenarnya waktu berlalu sangat cepat. Saya tidak ingin menyia-nyiakan waktu saya selagi masih bisa berkumpul dengan mereka semua.... Semangat 4 tahun kedepan ya teman-teman !!!

Dandelion

    Aku melihat lesatan cahaya. Meliuk sebelum menjelma menjadi sesosok peri. Aku bingung,mana mata dan mana sayap. Sebab mereka sama-sama indah dalam naungan peri tersebut. Lalu ketika lesatan cahaya itu meredup, jelmaan peri tersebut juga perlahan meredup. Berbaur dengan udara,melayang tanpa mengepakkan sayap,dan akhirnya lenyap menembus awang-awang. Ketika itu, hujan menyahut dengan tenang. Angin juga turut mendesir membenarkan. Bunyi kecipak jalan setapak yang becek ikut mengantarku ke timur. Ke sebuah tempat yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya. Tempat dimana kalian tidak bisa lagi bertegur sapa dengan orang lain, tempat dimana kalian akan berjumpa dengan banyak malaikat...tempat terakhir bagi orang yang kalian sayangi.
    Burung-burung hantu menyambut lugu, tetes air sisa hujan tadi perlahan turun dari rumput-rumput liar yang tumbuh menjulang. Orang-orang menatapku dengan pilu. Langit juga ikut menangis,semua menghadiri pemakaman nenekku pagi itu. Pagi pertama yang akan kulalui tanpa kehadirannya. Aku bertanya pada diriku sendiri. Mampukah aku? apa aku bisa mandiri? apa aku bisa menyelesaikan masalahku tanpa beliau?. Bahkan, apakah aku bisa menjahit sendiri kancing seragam SMPku yang sering lepas...
    Tanpa tulang ringkihnya, dan kantung mata yang sudah berkerut. Juga dahinya yang berombak kecil,aku sadar  semuanya sudah berlalu, telah terjadi dan pasti akan terjadi. Aku harus mencoba mengembangkan senyum. Karena betapapun perihnya peristiwa yang menimpa, Tuhan masih berada di samping kalian. Tuhan tahu apa yang belum kalian ketahui. Dan Tuhan selalu menyiapkan kejutan bagi kalian yang selalu menggenggam tangannya.
    Kata embun, orang-orang yang kalian sayangi akan tetap berada didekat kalian. Berdiri disamping kalian, dan menegerti apa yang kalian rasakan. Perasaan rindu, senang, sesal, bahkan sedih. Namun,kata embun juga, mereka tidak bisa saling bertukar cerita pada kalian seperti saat mereka masih hidup dulu. Aku yakin, nenek selalu berada didekatku, meskipun aku tidak lagi dapat melihatnya atau menyapanya.
    Aku ingin hidup seperti kaktus. Meskipun kesepian di tengah gurun,yang panas, kotor dan berdebu. Dia tetap mampu bertahan. Tanpa air, tanpa makanan. Karena dia tahu dia harus tetap tegar. Dia punya duri yang digunakannya untuk melindungi diri, tak peduli seberapa kuat musuh yang akan tiba. Aku ingin, seperti kaktus,berusaha tetap hijau pada keadaan alam yang begitu ekstrim. Dan ketika Tuhan memberinya hadiah hujan, dia tidak serta merta melahap semua air hujan tersebut. Dia menyimpannya untuk cadangan air yang kelak akan dia butuhkan lagi.
    Bagiku, nenek adalah sebenar-benarnya ibu. Ibu yang merawatku sejak kecil. Yang memarahiku ketika nilaiku jelek. Yang mencariku dengan tongkat rapuhnya ketika aku main sampai larut sore. Dan yang mendekapku ketika petir menyambar di tengah hujan di malam hari. Nenek segalanya. Dia menggantikan posisi ibuku sewaktu kecil. Dia menjadi sosok wanita hebat yang merawat anak bandel sepertiku ketika ibu bekerja. Terimakasih atas setiap peluh dan omelan sayangmu padaku nenek....
    Maafku belum cukup untuk membuatmu bahagia. Begitupun aku tak mampu membalas budi setara dengan apa yang telah engkau persembahkan untuk mendidikku selama ini. Nenek mengidap ASMA sejak bertahun-tahun yang lalu... ketika aku kelas 2 SMP, nenek sering kambuh dan keluar masuk rumah sakit. Disamping ASMA, nenek juga menderita Hipertensi. Ada banyak beban pikiran dalam benaknya. Kehidupan yang keras memaksanya untuk tersenyum getir dan bertahan merawat banyak anaknya dulu dan juga aku...Dan ini, pertama kalinya aku menyaksikan bagaimana kematian merenggut orang yang benar-benar berarti dalam hidupku. Menyaksikan dengan mata yang berkaca-kaca bagaimana perempuan ringkih itu berada pada saat-saat sakaratul maut. Dan rasanya benar-benar ngilu luar dalam. Kalian bisa membayangkan bagaimana rasanya tersayat pisau berkali-kali... Sejak itu, aku merasa bahwa Tuhan tidak adil, Tuhan egois dan tidak peduli pada kehidupanku. Namun ternyata itu pemikiran yang bodoh.
   Justru dengan menunjukkan bagaimana kematian begitu menjadi hal yang ditakuti dan di benci, aku menjadi pribadi yang lebih banyak bersyukur dan mengingat dosa-dosa. Menjadi pribadi yang menghargai waktu dan berusaha menjadi lebih bermanfaat bagi orang lain. Kematian pasti akan terjadi pada siapapun, karena itu bersiap-siaplah...Meskipun sakit,meskipun berat. Aku, kalian semua harus bersiap, meninggalkan dan ditinggalkan orang-orang yang kita sayangi cepat atau lambat. Sebab semua hanyalah titipan. Sebelum Tuhan mengambil apa yang Dia titipkan pada kalian, maka jangan menyia-nyiakan waktu untuk melakukan hal terbaik yang dapat membanggakan dan membuat orang-orang yang kalian sayangi bahagia....

  
STIKES ICSADA BOJONEGORO
   Ada banyak sekali pepatah yang mengatakan bahwa waktu adalah uang. Hal ini tentu sangat mudah dipahami. Setiap waktu yang berjalan dalam langkah kehidupan kita sangatlah berharga. Setiap detik, setiap menit yang berlalu bagaikan hembusan napas. Akan sangat disayangkan bila kita tidak dapat memanfaatkan setiap hembusan nafas tersebut dengan baik. Kita harus mulai menata mindset. Beranggapan bahwa sudah tidak ada waktu lagi kita bersikap tenang dan melihat apa yang selanjutnya akan terjadi. Kita harus memikirkan rencana dan menentukan apa yang selanjutnya harus terjadi. Kita sendiri yang akan memilih, hasil yang memuaskan ataukah hasil yang biasa saja.
  Pada intinya, jika kita ingin mendapatkan sesuatu yang lebih, maka kita juga harus melakukan lebih dari yang dilakukan orang lain. Hal inilah yang selalu di-tekankan dalam setiap perkuliahan ataupun kegiatan formal Kampus kesehatan, Stikes Icsada Bojonegoro. Mulai dari awal, kampus ini berusaha memotivasi para mahasiswa dan mahasiswinya agar memiliki rencana-rencana enterpreneur serta wawasan yang luas.
  Lalu pernahkah kita mendengar kata MEA baru-baru ini?jika kita pernah bahkan sering mendengar kata tersebut, maka apa yang sudah tertulis diatas ada hubungannya dengan MEA. Kita sudah tidak bisa bersantai dan menunggu apa yang akan terjadi di awal tahun 2016 ini. Sebab kita harus siap menghadapi MEA yang akan segera dibuka pada awal januari mendatang.
  MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN)  memungkinkan dan memudahkan masuknya para tenaga kerja luar negeri untuk bekerja di Indonesia. Begitupun sebaliknya, Negara kita juga bebas menjadi tenaga kerja diluar negeri,khususnya negara-negara ASEAN. Tenaga kerja tersebut meliputi seluruh bidang. Bukan hanya bidang kesehatan saja. Ada satu hal yang mengkhawatirkan, yaitu mengenai bahasa. Mereka, para tenaga kerja luar negeri misalnya, tidak dituntut untuk bisa bahasa Indonesia agar dapat bekerja di negara kita. Sedangkan kita sebagai warga negara Indonesia harus menguasai bahasa inggris untuk dapat bersaing du dunia kerja luar negeri. Masalahnya, apakah kita sudah siap?.
  Selain bahasa, akan ada banyak sekali PR yang harus kita selesaikan. Akan ada banyak sekali persiapan yang dievaluasi. Layakkah kita? mampukah kita? bergunakah jasa kita di negeri orang? jawabannya ada pada diri kita masing-masing. Apakah kita mau sedikit "bekerja keras" untuk meningkatkan sumber daya dan kemampuan kita agar tidak dianggap remeh oleh negara asing?.
  Salah satu dosen Ilmu Keperawatan Dasar di Kampus Stikes Icsada, Ns. Ahmad Zainal,S.Kep dalam perkuliahannya minggu ini menyampaikan suatu rumus jitu untuk membantu kita dalam meningkatkan kualitas diri agar tidak tergempur oleh tenaga kesehatan luar negeri yang sesegera mungkin pasti berhasil menarik perhatian masyarakat kita. Rumus ini disebut dengan istilah AKSI (Attitude, Knowledge, Skill,Insight).
   Attitude atau etika kesopanan sangat penting untuk dimiliki apalagi bagi kita, calon tenaga kesehatan yang berinteraksi langsung pada manusia, bukan mesin. Bagaimana sikap dan perilaku kita dapat mencerminkan kepribadian diri. Cara kita menghargai dan menghormati orang lain. Setinggi apapun ilmu seseorang, secerdas apapun seseorang tersebut, maka semua itu tidak akan ada gunanya tanpa adanya attitude yang baik. Apalagi kita sebagai bangsa timur sangat memperhatikan hal tersebut.
   Knowledge atau ilmu pengetahuan. Kita harus mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dengan bijak dan selektif. Mengoptimalkan pengetahuan yang didapat baik dari formal maupun non formal. Mengetahui sebab,akibat dan solusi dari sebuah peristiwa berdasarkan ilmu yang dapat dipertanggung jawabkan.
   Skill atau kemampuan.menekankan bagaimana kita sebagai tenaga kesehatan mampu mengaplikasikan setiap ilmu pengetahuan yang kita peroleh secara profesional. Insight berarti wawasan yang luas. Artinya bahwa ketiga aspek diatas harus kita tambahi dengan wawasan yang tidak hanya terfokus pada ilmu kesehatan saja, melainkan juga ilmu-ilmu yang lain. Kita harus berwawasan luas supaya menjadi tenaga kesehatan yang istimewa dan membaca adalah salah satu kuncinya.
   Ilmu pengetahuan dan kemampuan yang profesional harus dibungkus dengan attitude yang baik dan dihiasi dengan wawasan yang luas. Sebab ketika kita sudah bangun dari mimpi, artinya lulus dari sebuah lembaga pendidikan, kita akan menghadapi dunia yang sebenarnya. Dunia yang keras dan ketat akan persaingan. Ilmu pengetahuan di bidang kesehatan yang kita miliki hanya menyumbang kurang lebih 20 % dalam lingkup pekerjaan. Sisanya ialah wawasan yang luas itu tadi. Itulah yang dibutuhkan perusahaan-perusahaan  dizaman modern seperti ini. Terus melaju, hadapi MEA dengan optimis!. Jangan takut gagal, sebab semua hal memang membutuhkan proses.
Salam kesehatan, Peawat sahabat keluarga :)




Blue is calm and beauty
                " Bagaimana Ocha ? pendapatmu tentang mawar ini ?.” Tanya Bu Rani pagi itu, di taman belakang rumah Ocha. “ Dia harum bu, baunya agak menusuk hidung tapi Ocha suka baunya. Rasanya seperti  berada didalam lemari yang penuh dengan pakaian baru.” Jawab Ocha, satu-satunya murid Bu Rani pagi itu.
                “ Aha, lalu?.” Tanya Bu Rani lagi. “ Rasanya lembut dan banyak lembarannya. Dia juga punya sesuatu yang tajam. Mungkin jempolku bisa terluka karenanya.” Terang Ocha lagi. “ Benar, itu namanya duri Ocha… Mawar memiliki duri untuk membela diri ketika ada musuh yang dating.” Jelas Bu Rani.
                “ Mawar ini rasanya sangat indah ya bu?.” Puji Ocha sembari mencium aroma mawar dalam-dalam. “ Kau juga bisa seindah mawar  Ocha. Semerah dan seranum bunganya juga. Bahkan sekuat dan setegar durinya.” Kata Bu Rani tersenyum memegang pundak Ocha. “ Meskipun tanpa melihat ?” Tanya Ocha. Bu Rani mengangguk, “ iya! Meskipun tanpa melihat.” Pelajaran pagi itu terhenti disana. Biasanya mereka akan istirahat sambil minum-minum teh beberapa menit.
                Sejak Ocha berumur 8 th, Bu Rani menjadi pengajar tetap Ocha. Saat itu Bu Rani baru kuliah semester pertama. Tapi sekarang Ocha sudah 13 th, dan Bu Rani juga sudah menjadi sarjana. Bu Rani mengajar Ocha 5 hari dalam seminggu dari jam 07.00 WIB sampai 11.00 WIB. Lalu pukul 12.00 WIB Bu Rani mengajar lagi disalah satu SMK Swasta yang masuk siang.
                Bu Rani harus memiliki kesabaran ekstra untuk anak seperti  Ocha. Ocha berbeda dari anak pada umumnya. Ketika ia terlahir didunia, sejak usia 3 bulan ia tidak dapat melihat. Ocha mengalami ROP [ Retinopathy Of Prematury ], suatu keadaan dimana retina seseorang mengalami kebutaan karena terlalu lama terpapar H2O dalam jangka waktu yang panjang.
                Ibu Ocha mengalami perdarahan pada waktu kehamilan 6 bulan, dokter sudah memberi saran agar menggugurkan bayinya  demi kebaikan bersama. Lagipula jikapun dipaksa untuk dilahirkan, bayi tersebut akan mengalami kecacatan atau mungkin tidak dapat bertahan hidup antara wktu 3-5 hari.
                Namun ibu Ocha bersikeras  mempertahankan bayinya.Ia berhak lahir apapun yang akan tejadi. Dan akhirnya lahirlah bayi yang hanya memliki berat badan kurang dari satu kilogram. Ocha harus tetap berada didalam inkubator selama 3 bulan lebih, dan dugaan dokter meleset. 3 hari berlalu, 5 hari berlalu, dan Ocha masih hidup hingga saat ini meskipun dengan indra penglihatannya yang abnormal [buta].
***

                Ocha belajar banyak hal dan memiliki rasa ingin tahu yang besar. Ketika ditanya hal apa yang sangat ingin ia lihat andaikan Tuhan memberikan mukjizat, ia hanya ingin melihat langit biru yang menghampar luas.  Menurut  buku-buku  braile yang pernah i abaca, warna biru menyimpan aura ketenangan, kedamaian. Ocha tumbuh seperti kebanyakan  anak yang lain. Ia tidak menyukai pelajaran matematika. Awalnya ia tidak tahu dan tidak mengerti bagaimana dan seperti apa bilangan pecahan. Contohnya 1/2, Burani menjelaskan sampai berpuluh kali namun Ocha belum bias mengerti. Kemudian ibunya menyuruhnya mengambil sebuah apel dalam lemari es. Ibu memotong apel itu menjadi 2 bagian sama rata dan memberikan sebagian apel tadi pada Ocha, “ Ini namanya 1/2". Dan dari situlah Ocha baru mengerti.
                Bagi Ocha, seseorang yang ia idolakan saat ini ialah Louis Braille. Tokoh penting dalam sejarah Tunanetra. Louis ialah seorang anak kecil berusia 8 th yang tidak sengaja mengalami kecelakaan ditempat ayahnya bekerja sehingga menyebabkan matanya buta. Sejak itu, ia tidak diterima disekolah manapun. Akhirnya Louis menciptakan kode-kode Braille  yang dapat dibaca dengan alfhabet. Dial ah orang pertama yang menciptakan kode braille dan mengubah pola piker orang di dunia bahwa tuna netra juga memiliki masa depan.
                Di hari berikutnya, Bu Rani memberikan sebuah tugas pada Ocha, berupa membuat sebuah karya atau essai mengenai harapan dan cita-citanya. Awalnya Ocha bingung ingin memulai darimana. Ia menghabiskan waktu seharian didepan kertas tulis braille untuk membuat karangan tersebut. Inilah harapan dan cita-cita Ocha, Gadis Tunanetra yang selalu bersemangat,:
KETIKA HARI ITU TIBA
Ketuka hari itu tiba, aku ingin berlari mengejar awan tanpa takut terpeleset, jatuh, ataupun menabrak pohon seperti yang sering aku alami. Ketika hari itu tiba, meskipun hanya beberapa jam, aku akan berusaha tidak memejamkan mataku. Aku akan menghafal benda-benda disekitarku, mengingat bentuk mereka dan menyimpannya dalam benak.
Aku tidak megeluh tentang semua kekurangan dan kegelapan yang aku alami. Dengan kegelapan kita akan tahu pentingnya terang. Karena sebelum kita tahu bagaimana itu gelap? Kita tidak akan pernah menghargai terang. Menjadi sepertiku bukanlah aib, aku dapat melihat dengan tanganku, mengenali benda dan terus bangkit ketika terjatuh. Aku tidak mengharapkan cita-cita yang terdengar hebat seperti Dokter? Insinyur? Politikus apalagi Pilot. Aku hanya ingin tetap bersama semangatku. Karena semangat itulah yang membuatku bertahan dan percaya diri. Bahwa aku juga dapat melakukan sesuatu yang bermanfaat dan merepotkan orang.
Ketika ditanya tentang 7 keajaiban dunia, aku selalu menjawab bahwa 7 hal itu ialah Taj mahal, Tembok China, Piramida Mesir, Candi Borobudur, dan sebagainya. Namun sekarang, aku sadar bahwa ada banyak keajaiban didunia ini. Bahkan lebih dari 7. Aku pikir 7 keajaiban yang bias kusebutkan ialah, Bisa menyentuh, bias mencicipi, bias melihat, bias mendengar, bias merasakan, bias tertawa dan bias mencintai. Itulah keajaiban yang Tuhan beri, keajaiban yang harus disyukuri dan dikagumi. Saat dengan mudahnya aku,kita semua menyebut hasil karya manusia sebagai keajaiban, sementara kita melihat dan menikmati semua yang Tuhan beri dan menyebutnya biasa-biasa saja?. Kata ibu, keajaiban itu ada,dan aku percaya pada ibu…
Bu Rani memberikan tepuk tangan sambil memeluk Ocha. “ Bagaimana bu? Apakah saya dapat 100?”. “ Tidak, tapi kamu dapat 110!.” Jawab Bu Rani sambil tertawa senang.” Ibu bahagia melihat semangat kamu… Tetap seperti ini ya Ocha? Jangan menyerah dan jangan berhenti  menuangkan ide-idemu. Ibu bangga sama kamu”.
Ocha mengangguk senang, “ Aku berjanji Bu… akan terus tersenyum meskipun orang-orang pun terus mengejek dan meremehkanku…aku janji dan aku siap. Sebab Tuhan bersamaku…” ucapnya dalam hati….
***

Flickr Images

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Sandi Ovinia Putri

Tulisan tidak hanya berhenti di satu masa dan hanya satu kepala.
Tulisan bisa lebih kuat dari pada peluru, sebab ia mampu menembusa daya pikir kita.

Popular Posts