f

Kunjungan Kesehatan Desa Parang Batu (STIKES ICSADA)

/
4 Comments
   
Parengan, Tuban
 
Menjadi seorang guru, tidak melulu soal a,b,c atau angka 1,2,dan 3. Begitu pula dengan perawat. Tidak melulu soal injeksi atau obat-obatan. Menjadi seorang perawat tidak hanya memberikan terapi dan penjelasan medis, melainkan berbaur dengan pasien, mengasuh mereka, memperhatikan mereka, merasakan keluhan mereka dan berusaha memberikan solusi.Sebagai calon tenaga medis yang profesional,kami harus mulai belajar memahami karakter banyak orang. Dan belajar itu semua, tidak cukup hanya dengan teori saja.Oleh karena itu,kami melakukan kunjungan kesehatan ke sejumlah tenaga medis di daerah kami, salah satunya di Ds. Parang Batu, Parengan Tuban. Di desa ini terdapat sebuah tempat praktek Dokter umum.Terletak tepat di samping Puskesmas Parengan,Yaitu Dr. Prih Untari. Perempuan berusia 49 tahun dengan perawakan tambun dan bersahaja.Beliau mengabdi sebagai dokter selama kurang lebih 24 tahun sejak tahun 1997. 
    Dengan senyum ramahnya, beliau sabar meladeni berbagai pertanyaan yang kami ajukan. Beliau merasa bahwa pengalaman itu harus dibagi supaya dapat menjadi motivasi dan tolak ukur generasi muda selanjutnya. Pasien-pasien yang datang tidak hanya dari kec. Parengan saja, melainkan ada dari Singgahan, Ponco bahkan Jatirogo.Pasien-pasien tersebut kebanyakan berusia lanjut dan sudah bertahun-tahun berobat pada Dr. Prih.
    Pada umumnya pasien datang dengan berbagai keluhan umum seperti pegal linu dan juga Flu. Selain itu, kasus-kasus seperti kecelakaan ringan dan tumor jinak,Diabet maupun Hipertensi juga sering ditemui. Untuk bulan desember ini, pasien paling banyak di dominasi anak-anak yang terkena Varisella atau cacar air. Penyakit ini sangat mudah menular melalui udara. Biasanya seseorang yang sudah pernah terserang penyakit Varisella tidak akan terserang untuk kedua kali. Sebab saat serangan pertama, tubuh secara otomatis membangun anti body virus penyebab Varisella.
    Ada hal menarik lain dari cerita beliau,Kebanyakan pasien yang datang dari desa-desa terpencil masih minim edukasi kesehatan, serta mayoritas mereka adalah pasien dengan ekonomi menengah ke bawah. Tidak sedikit dari mereka yang membayar jasa dengan hasil panen seperti beras, jagung, ketan,maupun buah seperti pisang dan pepaya. Dr. Prih selalu berupaya memberikan pelayanan terbaik dengan sikap ramah dan murah senyum terhadap pasien.
    Beliau berpesan bahwa obat hanya 40% membantu penyembuhan, selebihnya ialah sugesti. Buat pasien nyaman, pedulikan mereka, bangun empati, dan buat kepercayaan/sugesti agar mereka yakin bahwa penyakit mereka dapat disembuhkan. Selain di Parengan, Dr.Prih juga memiliki praktek lagi di daerah Singgahan di dekat Pasar. Buka setiap pukul 07.00 sampai 09.00 WIB di setiap hari pasaran ssinggahan, yaitu Kliwon dan pahing. 3 kali dalam seminggu. Pada saat hari pasaran, akan banayk pasien yang datang sambil kontrol kesehatan dan juga berbelanja.
    Dengan memahami budaya pasien yang datang dari berbagai daerah, kami dapat belajar memberikan jasa terbaik dan mengerti bagaimana menghadapi dan memberikan asuhan keperawatan pada pasien yang berbeda karakter.... Kunjungan kali ini akan menjadi dasar pembelajaran kami agar lebih care terhadap pasien kami kelak.
 
Salam Kesehatan, PERAWAT SAHABAT KELUARGA! :)


You may also like

4 komentar:

  1. Bangunlah kepercayaan dan jangan lupa sampaikan perawat /tenkes lainnya hanya perantara, Allah yg menentukan....wahai perawat malaikat tanpa sayap,melajulah

    BalasHapus
  2. Bangunlah kepercayaan dan jangan lupa sampaikan perawat /tenkes lainnya hanya perantara, Allah yg menentukan....wahai perawat malaikat tanpa sayap,melajulah

    BalasHapus
  3. Bangunlah kepercayaan dan jangan lupa sampaikan perawat /tenkes lainnya hanya perantara, Allah yg menentukan....wahai perawat malaikat tanpa sayap,melajulah

    BalasHapus

Flickr Images

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Sandi Ovinia Putri

Tulisan tidak hanya berhenti di satu masa dan hanya satu kepala.
Tulisan bisa lebih kuat dari pada peluru, sebab ia mampu menembusa daya pikir kita.

Popular Posts