f

WARNA BIRU UNTUK OCHA

/
0 Comments




Blue is calm and beauty
                " Bagaimana Ocha ? pendapatmu tentang mawar ini ?.” Tanya Bu Rani pagi itu, di taman belakang rumah Ocha. “ Dia harum bu, baunya agak menusuk hidung tapi Ocha suka baunya. Rasanya seperti  berada didalam lemari yang penuh dengan pakaian baru.” Jawab Ocha, satu-satunya murid Bu Rani pagi itu.
                “ Aha, lalu?.” Tanya Bu Rani lagi. “ Rasanya lembut dan banyak lembarannya. Dia juga punya sesuatu yang tajam. Mungkin jempolku bisa terluka karenanya.” Terang Ocha lagi. “ Benar, itu namanya duri Ocha… Mawar memiliki duri untuk membela diri ketika ada musuh yang dating.” Jelas Bu Rani.
                “ Mawar ini rasanya sangat indah ya bu?.” Puji Ocha sembari mencium aroma mawar dalam-dalam. “ Kau juga bisa seindah mawar  Ocha. Semerah dan seranum bunganya juga. Bahkan sekuat dan setegar durinya.” Kata Bu Rani tersenyum memegang pundak Ocha. “ Meskipun tanpa melihat ?” Tanya Ocha. Bu Rani mengangguk, “ iya! Meskipun tanpa melihat.” Pelajaran pagi itu terhenti disana. Biasanya mereka akan istirahat sambil minum-minum teh beberapa menit.
                Sejak Ocha berumur 8 th, Bu Rani menjadi pengajar tetap Ocha. Saat itu Bu Rani baru kuliah semester pertama. Tapi sekarang Ocha sudah 13 th, dan Bu Rani juga sudah menjadi sarjana. Bu Rani mengajar Ocha 5 hari dalam seminggu dari jam 07.00 WIB sampai 11.00 WIB. Lalu pukul 12.00 WIB Bu Rani mengajar lagi disalah satu SMK Swasta yang masuk siang.
                Bu Rani harus memiliki kesabaran ekstra untuk anak seperti  Ocha. Ocha berbeda dari anak pada umumnya. Ketika ia terlahir didunia, sejak usia 3 bulan ia tidak dapat melihat. Ocha mengalami ROP [ Retinopathy Of Prematury ], suatu keadaan dimana retina seseorang mengalami kebutaan karena terlalu lama terpapar H2O dalam jangka waktu yang panjang.
                Ibu Ocha mengalami perdarahan pada waktu kehamilan 6 bulan, dokter sudah memberi saran agar menggugurkan bayinya  demi kebaikan bersama. Lagipula jikapun dipaksa untuk dilahirkan, bayi tersebut akan mengalami kecacatan atau mungkin tidak dapat bertahan hidup antara wktu 3-5 hari.
                Namun ibu Ocha bersikeras  mempertahankan bayinya.Ia berhak lahir apapun yang akan tejadi. Dan akhirnya lahirlah bayi yang hanya memliki berat badan kurang dari satu kilogram. Ocha harus tetap berada didalam inkubator selama 3 bulan lebih, dan dugaan dokter meleset. 3 hari berlalu, 5 hari berlalu, dan Ocha masih hidup hingga saat ini meskipun dengan indra penglihatannya yang abnormal [buta].
***

                Ocha belajar banyak hal dan memiliki rasa ingin tahu yang besar. Ketika ditanya hal apa yang sangat ingin ia lihat andaikan Tuhan memberikan mukjizat, ia hanya ingin melihat langit biru yang menghampar luas.  Menurut  buku-buku  braile yang pernah i abaca, warna biru menyimpan aura ketenangan, kedamaian. Ocha tumbuh seperti kebanyakan  anak yang lain. Ia tidak menyukai pelajaran matematika. Awalnya ia tidak tahu dan tidak mengerti bagaimana dan seperti apa bilangan pecahan. Contohnya 1/2, Burani menjelaskan sampai berpuluh kali namun Ocha belum bias mengerti. Kemudian ibunya menyuruhnya mengambil sebuah apel dalam lemari es. Ibu memotong apel itu menjadi 2 bagian sama rata dan memberikan sebagian apel tadi pada Ocha, “ Ini namanya 1/2". Dan dari situlah Ocha baru mengerti.
                Bagi Ocha, seseorang yang ia idolakan saat ini ialah Louis Braille. Tokoh penting dalam sejarah Tunanetra. Louis ialah seorang anak kecil berusia 8 th yang tidak sengaja mengalami kecelakaan ditempat ayahnya bekerja sehingga menyebabkan matanya buta. Sejak itu, ia tidak diterima disekolah manapun. Akhirnya Louis menciptakan kode-kode Braille  yang dapat dibaca dengan alfhabet. Dial ah orang pertama yang menciptakan kode braille dan mengubah pola piker orang di dunia bahwa tuna netra juga memiliki masa depan.
                Di hari berikutnya, Bu Rani memberikan sebuah tugas pada Ocha, berupa membuat sebuah karya atau essai mengenai harapan dan cita-citanya. Awalnya Ocha bingung ingin memulai darimana. Ia menghabiskan waktu seharian didepan kertas tulis braille untuk membuat karangan tersebut. Inilah harapan dan cita-cita Ocha, Gadis Tunanetra yang selalu bersemangat,:
KETIKA HARI ITU TIBA
Ketuka hari itu tiba, aku ingin berlari mengejar awan tanpa takut terpeleset, jatuh, ataupun menabrak pohon seperti yang sering aku alami. Ketika hari itu tiba, meskipun hanya beberapa jam, aku akan berusaha tidak memejamkan mataku. Aku akan menghafal benda-benda disekitarku, mengingat bentuk mereka dan menyimpannya dalam benak.
Aku tidak megeluh tentang semua kekurangan dan kegelapan yang aku alami. Dengan kegelapan kita akan tahu pentingnya terang. Karena sebelum kita tahu bagaimana itu gelap? Kita tidak akan pernah menghargai terang. Menjadi sepertiku bukanlah aib, aku dapat melihat dengan tanganku, mengenali benda dan terus bangkit ketika terjatuh. Aku tidak mengharapkan cita-cita yang terdengar hebat seperti Dokter? Insinyur? Politikus apalagi Pilot. Aku hanya ingin tetap bersama semangatku. Karena semangat itulah yang membuatku bertahan dan percaya diri. Bahwa aku juga dapat melakukan sesuatu yang bermanfaat dan merepotkan orang.
Ketika ditanya tentang 7 keajaiban dunia, aku selalu menjawab bahwa 7 hal itu ialah Taj mahal, Tembok China, Piramida Mesir, Candi Borobudur, dan sebagainya. Namun sekarang, aku sadar bahwa ada banyak keajaiban didunia ini. Bahkan lebih dari 7. Aku pikir 7 keajaiban yang bias kusebutkan ialah, Bisa menyentuh, bias mencicipi, bias melihat, bias mendengar, bias merasakan, bias tertawa dan bias mencintai. Itulah keajaiban yang Tuhan beri, keajaiban yang harus disyukuri dan dikagumi. Saat dengan mudahnya aku,kita semua menyebut hasil karya manusia sebagai keajaiban, sementara kita melihat dan menikmati semua yang Tuhan beri dan menyebutnya biasa-biasa saja?. Kata ibu, keajaiban itu ada,dan aku percaya pada ibu…
Bu Rani memberikan tepuk tangan sambil memeluk Ocha. “ Bagaimana bu? Apakah saya dapat 100?”. “ Tidak, tapi kamu dapat 110!.” Jawab Bu Rani sambil tertawa senang.” Ibu bahagia melihat semangat kamu… Tetap seperti ini ya Ocha? Jangan menyerah dan jangan berhenti  menuangkan ide-idemu. Ibu bangga sama kamu”.
Ocha mengangguk senang, “ Aku berjanji Bu… akan terus tersenyum meskipun orang-orang pun terus mengejek dan meremehkanku…aku janji dan aku siap. Sebab Tuhan bersamaku…” ucapnya dalam hati….
***



You may also like

Tidak ada komentar:

Flickr Images

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Sandi Ovinia Putri

Tulisan tidak hanya berhenti di satu masa dan hanya satu kepala.
Tulisan bisa lebih kuat dari pada peluru, sebab ia mampu menembusa daya pikir kita.

Popular Posts