f

Bedah Buku

/
0 Comments
                           
                                 "Jokowi Si Tukang Kayu"

    Ada banyak hal menarik yang dapat kita temukan dari membaca. Selain pengalaman baru, kita juga dapat mengetahui kehidupan serta perjalanan hidup tokoh-tokoh
penting. Nah, pada hari selasa lalu, 13 Oktober 2015, kampus Stikes Icsada Bojonegoro atau yang lebih akrab disebut sebagai Kampus Ungu karena nuansa gedung serta
seragam para mahasiswanya yang serba ungu menggelar acara Bedah Buku yang diadakan oleh LPM (Lembaga Pers Mahasiswa).
    Pada acara tersebut,buku yang dibahas ialah buku pengalaman hidup bapak presiden kita, Bpk. Joko Widodo dalam buku yang berjudul "Jokowi Si Tukang kayu".
Pada buku ini dijelaskan bahwa pak Jokowi memiliki 3 saudara perempuan. Perjalanan hidup bapak Jokowi tidak seindah dan semewah yang orang-orang pikir. Ayahnya yang
bernama Noto Miharjo ialah seorang tukang kayu yang mendidik pak Jokowi untuk selalu peduli dengan keluarga. Hal tersebut membentuk kepribadian pak Jokowi menjadi
seorang pekerja keras. Pak Jokowi memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar.
    Selain itu, pak Jokowi ialah sosok yang sederhana, pemikir, dan Nrimo ing pandum. Masa kecil beliau begitu keras. Bahkan beliau dan keluarganya sempat di-
gusur dari rumah mereka sendiri dengan alasan tanah yang mereka tempati adalah tanah milik negara. Makan satu piring dimakan ber empat pun sudah menjadi hal yang
basa bagi pak Jokowi. Bahkan saat sekolah, pak Jokowi belajar hanya ditemani lampu sentir sebagai penerangan. Namun beliau tetap semangat dalam meraih ilmu.
    Hal seperti inilah yang patut kita contoh. Kita sebagai generasi muda yang tengah hidup pada zaman dimana semuanya serba cepat, canggih, mudah dan modern.
Kita harusnya memiliki semangat belajar yang lebih besar. Ketika usia sekolah ini, pak Jokowi memiliki sahabat yang dijuluki 3 serangkai. Mereka adalah Giman, Harno
dan joko.Dulu mereka sering menghabiskan waktu bersama, contohnya memancing di bantaran Kali Anyar.
    Saat usia remaja, pak Jokowi dikenal sebagai anak yang sopan dan disiplin. Beliau selalu ingat pesan dari orang tua maupun paman-pamannya. Beberapa pesan yang
sampai sekarang masih diingat beliau ialah:
1. Dadi wong jowo, ojo lali jawane ( Jangan melupakan kebudayaan)
2. Adigang, adigung, adiguno ( Jangan merasa menjadi yang terkuat, yang terhebat)
3. Kudu menungsaake menungso ( Menghargai sesama, memperlakukan manusia sesuai hak mereka)
    Masa remaja pak Jokowi sangat gemar dengan gaya-gaya dan musik rocker. Meskipun begitu,beliau tetap menjadi pemuda yang rajin beribadah dengan baik. Pak
Jokowi juga sangat menghargai kegiatan keagamaan di kota kelahirannya, Solo. Hingga akhirnya beliau menkah dengan ibu Iriana. Ada sebuah kalimat yang menarik,:
" KETEGASAN, JIWA PANTANG MENYERAH HARUS SELALU MENGIRINGI LANGKAH KITA UNTUK TERUS MELAJU."
Banyak sekali sikap-sikap terpuji yan patut kita tiru. Jadilah generasi bangsa yang tidak cepat menyerah, sederhana, cerdas dan religius. ^^
  Bedah Buku di Kampus Ungu


You may also like

Tidak ada komentar:

Flickr Images

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Sandi Ovinia Putri

Tulisan tidak hanya berhenti di satu masa dan hanya satu kepala.
Tulisan bisa lebih kuat dari pada peluru, sebab ia mampu menembusa daya pikir kita.

Popular Posts