f

Mencari Kebahagiaan

/
0 Comments
                                                            
                                                            MENCARI KEBAHAGIAAN

   Gambaran kita tentang bahagia, mungkin sangat sederhana.Kita melihat atau mengukur bahagia dari hanya yang tampak menyenangkan saja. Dari yang sedang diburu
banyak orang. Sehingga tidak sedikit orang yang akhirnya tidak berhasil bertemu dengan bahagia itu sendiri. Banyak yang mencari bahagia tapi mereka tidak menemukannya.
Karena mereka menempuh jalan yang salah. Banyak orang berpikir bahwa bahagia itu adalah tumpukan materi, bahagia adalah harta. Dan bahwa miskin dimaknai simbol
kehinaan dan kekyaan dimaknai dengan simbol kemuliaan.
 Padahal jika mereka mau mengamati, tidak sedikit orang kaya yang justru tidak bahagia, karena ketakutan dan kegelisahan mengiku seperti bayangan dirinya.
Tidak sedikit juga yang mengalami gangguan niwa. Sehingga harta yang mereka kumpulkanpun tidak ada manfaatnya. Tidak sedikit pula yang berpikir bahwa popularitas
adalah salah satu jalan bahagia. Jalan ini banyak diburu dengan cara apapun. Menjual ilmu, menjual kecantikan, menjual kemolekan, menjual apapun yang bisa dijual
agar terkenal bisa didapat. Namun sayangnya juga, begitu banyak orang-orang terkenal tadi kesepian dan merasa gagal dalam hidupnya. Karena ketika gemerlap dan
keramaian lensa media dan kamera yang mereka pikir adalah bahagia, tternyata tidak sanggup menghadapi tekanan hidup dan tuntutan pekerjaan.
 Biar kita tengok, banyak orang terkenal dengan ilmunya yang menginspirasi banyak orang atau dengan hartanya yang banyak,dengan mobil dan rumah mewahnya
dan juga kebun yang menghampar, atau juga dengan jabatannya yang tinggi tersebut... membuat silau dak takjub mata yang memandang,justru mengalami keruntuhan rumah
tangga,entah dimana istrinya,kemana suaminya, pun anak-anaknya juga tak jelas rimbanya. Siang menjadi malam,malam menjadi siang. Haram jadi halal,baik jadi buruk.
Gagal yang ia rasa yang akhirnya tidak sedikit dari mereka yang mengakhiri hidup dengan bunuh diri, karena tidak bertemu dimana bahagia itu ?.
 Sesungguhnya Allah itu dekat, lebih dekat dari urat leher kita sendiri."Dan kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya,
dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya" (Az Zariyat:16). Bahagia tidak mungkin ada jika kita lari dari Allah. Sayangnya lagi,banyak yanag mencari
jalan sendiri untuk mencari kebahagiaan. Menurut akal mereka yang terbatas,mengikuti kata orang lain, sehingga tidak lagi berguna yang disebut harta,ilmu dan juga
kebaikan yang Allah titipkan. Bahkan untuk dirinya sendiri, apalagi untuk orang lain. Tidak lagi berguna.
 Sibuk mencari bahagia, membuat kita lalai untuk mengoreksi diri, membuat kita lalai untuk bertafakkur dan merendan dihadapan Allah. Padahal dengan mengingat
Allah, hati kita menjadi lebih tenang. " Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya mengingat Allah hati
menjadi tentram." (Ar Rad:28). Bahagia itu sebenarnya sangat dekat, yaitu ketika kita banyak mengingat Allah.
 Tidak ada yang salah dengan pangkat maupun jabatan,apalagi dengan ilmu dan kemasyuran selama semua tadi tidak membuat kita lupa kepada Allah. Sesungguhnya
semua yang ada di dunia ini ialah bentu-bentuk ujian. Dan selama kita masih berada didunia ini, maka ujian itu akan terus datang, akan silih berganti. Bentuk ujian
besar contohnya ialah kelapangan, pujian, dan penghormatan. Dan sayangnya lagi, kita sering tergelincir saat berada diposisi ini. Posisi yang kita pikir jalan
bahagia. Padahal seandainya kita tahu, seandainya kita sadar, bahagia yang sebenarnya ialah mati khusnul khotimah.
 Sangat tidak mudah, memang sangat tidak mudah meletakkan dunia agar keluar dari hati, keluar dari ambisi dan cita-cita. Sehingga tidak mudah juga menemukan
dimana bahagia itu ?. Kita harus memilih, jalan mana yang akan kita tempuh, dan catat dilubuk hati dalam-dalam bahwa bahagia itu adalah ketika kita dekat dengan Allah.
Allah itu dekat, lebih dekat dari urat leher kita sendiri....
  AKU BERTANYA KEPADA BAHAGIA, "DIMANAKAH KAMU BERADA?" IA MENJAWAB,"AKU BERADA DIDALAM HATI ORANG-ORANG YANG RIDHO AKAN SEMUA KEPUTUSAN ALLAH."






You may also like

Tidak ada komentar:

Flickr Images

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Sandi Ovinia Putri

Tulisan tidak hanya berhenti di satu masa dan hanya satu kepala.
Tulisan bisa lebih kuat dari pada peluru, sebab ia mampu menembusa daya pikir kita.

Popular Posts